Thursday, October 8, 2015

Membuat Alat Setrum Aki Otomatis ala Fatih Battery Toko Aki Purwodadi



Sahabat Fatih Battery Toko Aki Purwodadi yang budiman, tulisan kali ini merupakan kelanjutan tidak langsung dari tulisan-tulisan saya sebelumnya. Baik itu tentang cara membuat alat setrum aki sederhana, menggunakan cas aki parallel atauseri, juga cara menggunakan alat setrum aki. Ya, kali ini saya ingin berbagi cara membuat alat setrum aki otomatis.
Pada session sebelumnya tentang cara membuat battery charger sederhana, sudah saya berikan skema sederhananya, yang hanya terdiri dari transformator atau trafo dan diode brigde. Ada yang dirasakan kurang dalam rangkaian tersebut. Karena kita seringkali menginginkan yang serba otomatis kan? :) Kita akan semakin mengalami masalah ketika kita menggunakan setrum aki parallel dengan trafo yang besar, semisal 50 Ampere. Arus sebesar itu sangat terlalu besar untuk sebuah aki. Karenanya diperlukan sebuah pengendali arus keluarannya.
Dari usaha googling dengan keyword rangkaian setrum aki otomatis atau dengan keyword automatic battery charger, akan kita temui banyak skema rangkaian dari yang sederhana sampai dengan yang sangat rumit. (dan saya tidak paham yang rumit - rumit … hehehe…). Dari skema – skema itu kita bisa menentukan pilihan sendiri, mau pilih yang mana?
Kalau saya sendiri, memilih skema rangkaian setrum akai otomatis yang sederhana, tetapi maksimal dan tepat guna. Rangkaian yang saya pilih adalah dari accubatt.com sebagai berikut.



Dari skema di atas bisa kita lihat, komponen intinya ada pada; trafo, diode, dan SCR / triac. Trafo sebagai penurun tegangan, (rectifier) diode sebagai penyearah, dan scr sebagai regulator arus listrik. Dengan ketiga komponen dasar tersebut, kita bisa menggunakan trafo dengan kapasitas besar seperti 50 Ampere. Kita tinggal menyesuaikan dengan ukuran diode dan SCR. Semakin besar tarfo yang kita gunakan maka diode dan scr juga harus semakin besar. Contohnya; trafo 50ampere menggunakan diode 70HF120 dan SCR 80RIA120.
Demikian tulisan Fatih Battery Toko Aki Purwodadi tentang cara membuat setrum aki otomatis, semoga bermanfaat.

Wednesday, October 7, 2015

Tips Fatih Battery Toko Aki Purwodadi Memilih Cas Aki dengan Paralel atau Seri?



Beberapa waktu ini muncul pertanyaan dari Sahabat Fatih Battery Toko Aki Purwodadi tentang penggunaan Battery Charger atau Cas Aki. Mereka bertanya bagaimana cara menggunakan Parallel Battery Charger? Juga bertanya bagaimana cara menggunakan Serial Battery Charger? Selain itu juga bertanya sebaiknya menggunakan cas aki parallel atau seri? Pada tulisan kali ini, Fatih Battery Toko Aki Purwodadi ingin mengulas tentang tips memilih cas aki dengan parallel atau seri?
Untuk menentukan pilihan menggunakan Parallel Battery Charger atau Serial Battery Charger, maka kita perlu mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing jenis battery charger. Oke langsung saja kita bahas.

Contoh Battery Charger Otomatis


Kelebihan dan kelemahan Cas Aki Seri adalah sebagai berikut. Kelebihan Cas Aki Seri adalah hanya membutuhkan cas aki dengan kapasitas relatif kecil, cukup dengan kapasitas 10 ampere atau 15 ampere. Kita cukup menggunakan kabel jumper dengan ukuran kecil, karena arus listrik yang mengalir kecil. Kesemuanya tersebut membutuhkan biaya yang relatif murah. Adapun kelemahan cas aki seri adalah, semakin banyak aki yang kita cas, maka kita membutuhkan tegangan yang semakin tinggi. Ambil contoh, kita menge-cas masing-masing dengan 14 volt. Maka untuk men-cas 10 aki kita menggunakan 14 x 10 = 140 volt. Dengan tegangan 140 volt, cukup membuat kita terpental jika tidak hati-hati. Dan jika kita tidak hati-hati dalam menentukan tegangan dan jumlah aki, maka sangat berbahaya bagi aki karena dapat menjadikan aki meledak.
Kelebihan dan kelemahan Cas Aki Paralel. Kelebihan cas aki parallel adalah kita hanya bermain di tegangan rendah, sekitar 14 volt, yang tidak membahayakan diri kita dan tidak membahayakan bagi aki. Adapun kelemahan cas aki parallel adalah kita membutuhkan cas aki dengan kapasitas besar. Contohnya jika kita men-cas setiap aki dengan 5 ampere, maka untuk men-cas 10 aki kita membutuhkan cas aki dengan kapasitas 50 ampere. Cas aki 50 ampere harganya mahal dan dibutuhkan kabel dengan ukuran besar untuk menghubungkan setiap aki. Selain itu, jika cas aki 50 ampere digunakan hanya untuk 1 aki, tidak baik untuk aki. Hal ini bisa diatasi dengan Automatic Battery Charger yang juga sudah dibahas.
Nah, demikian tadi uraian cara memilih cas aki dengan parallel atau seri. Semua tergantung pada Sahabat Fatih Battery Toko Aki Purwodadi. Semoga bermanfaat dan Selamat memilih!

Berikut adalah video Cas Aki menggunakan hubungan Paralel.


Memilih Aki Mobil yang Baik ala Fatih Battery Toko Aki Purwodadi



Sahabat Fatih Battery Dokter Accu yang budiman, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara memilih aki kendaraan yang baik untuk mobil kita. Tulisan ini saya angkat dari peristiwa yang saya alami sendiri. Dari beberapa pelanggan Fatih Battery Toko Aki Purwodadi ada yang menggunakan aki merek Bosch Battery. Dan ketika saya Tanya, kenapa memilih Bosch? Karena Bosch merupakan aki baru (di Kota kami), produksi Jerman dan harganya agak murah. Demikianlah, seringkali harga masih mempengaruhi daya beli konsumen.
Cerita selanjutnya, sekira setengah tahun berselang, aki Bosch Battery mulai bertumbangan, sering nge-drop tegangannya. Dari  delapan orang yang menggunakan Bosch Battery, tujuh diantaranya sudah tidak baik, hanya satu yang beruntung masih baik akinya.
Nah, Sahabat Fatih Battery yang budiman, dari peristiwa tersebut di atas dan pengalaman di bidang per-Aki-an sejak 2004, maka kita dapat simpulkan, untuk tidak mudah mempercayai merk, harga ataupun tampilan sebuah aki. (Juga produk yang lain.. hehehe..).
Perlu diketahui, bahwa usia penggunaan aki secara normal adalah sekitar 2 (dua) tahun, terkadang ada yang lebih dari dua tahun, karena kendaraannya amat sangat jarang dipakai. Untuk penggunaan yang sangat tinggi, misalkan untuk taxi, bus, truck, biasanya berkisar di usia 1 (satu) sampai dengan 1,5 tahun. Hal ini berlaku untuk aki harga mahal ataupun murah yang baik.



Aki yang termasuk harga mahal di pasaran umumnya adalah merk GS Battery, Yuasa Battery, dan G Force Battery. Kemudian ada kelas di bawahnya seperti Incoe Battery, NS Absolute Battery, Massiv Battery, dan Nagoya Battery. Yang saya sebutkan tadi adalah merk aki yang sudah terpercaya sejak Fatih Battery Toko Aki Purwodadi berkecimpung di dunia kesehatan aki.
Sahabat Fatih Battery Toko Aki Purwodadi, pada intinya, memilih aki yang baik adalah sesuai kebutuhan daya kendaraan kita. Tentang merk aki, tidak terlalu mejadi masalah, yang penting pemakaian dan perawaatan aki. Semoga bermanfaat.

Monday, October 5, 2015

Cara Setrum Aki Menggunakan Sepeda Motor



Terdengar aneh, tapi itulah yang terjadi pada beberapa waktu lalu, ketika Fatih Battery si Dokter Aki menemui seorang konsumen baru. Sebut saja mas Anu. Berikut ceritanya.
Mas Anu datang ke tempat praktek Dokter Aki dan berkata ingin men-cas akinya yang baru dibeli. Aki yang dibawa adalah aki ukuran 10Ah. Kemudian mas Anu menanyakan biaya setrum aki untuk aki-nya. Tanpa pikir panjang saya pun menjawab, cukup sepuluh ribu saja mas. Wah kok mahal mas? Tanya mas Anu. Apa ndak 5000 saja? di sana tadi, di tempat dukun aki cuma 7500 rupiah kok, makanya saya pindah ke sini. Saya pun menjawab, Kalau mau 5000 ya tidak apa-apa, tapi biaya setrum aki terbaru menurut primbon saya adalah 10.000 rupiah mas.
Perbincangan kurang bermutu pun berlanjut. Mas, kalo membuat alat setrumaki sendiri mahal ndak sih mas? Saya pun mejelaskan, ya tergantung dengan kapasitasnya mas. Semakin besar kapasitas alat setrum aki, semakin mahal biaya untuk membuatnya, karena harga komponennya pun semakin mahal. Mas Anu pun semakin terlihat sedih. Mas, kalau aki motor itu kok bisa nyetrum sendiri ya mas? Kira-kira aki saya ini (10 Ah) bisa saya setrum pakai motor ndak ya? Dengan tegas saya jawab, Bisa! (aneh-aneh saja ini mas nya).
Wajahnya terlihat agak sumringah. Trus bagaimana cara setrum aki menggunakan sepeda motor mas? Gampang saja tho mas Anu. Caranya, sambungkan kabel-kabel pada aki motor dengan aki anda. Kabel positif dengan positif, biasanya berwarna merah. Kabel negatif dengan kabel negatif, biasanya berwarna hitam. Kemudian anda gas motor anda sampai kemudian aki anda ini jadi penuh. Gitu aja mas Anu. Gampang kan? Mas Anu pun semakin bahagia. Wah, hanya begitu ya mas? Kalau begitu, saya tidak jadi setrum aki mas, akan saya setrum sendiri saja pakai motor.
Dan saya pun hanya bisa tersenyum (ini orang, sakit kali ya?). Dan buat anda semua, jangan pernah mencobanya ya. Semoga bermanfaat.

Tuesday, April 7, 2015

Fungsi Aki pada Sepeda Motor

Mungkin dari kita ada yang bertanya, apa bedanya aki pada sepeda motor dan aki pada mobil? Ukurannya. Tentu ukurannya berbeda, karena kebutuhan listrik pada mobil dan sepeda motor berbeda. Semakin besar kendaraan, pada umumnya, akan membutuhkan semakin besar aki.

Tetapi pada dasarnya, ada perbedaan yang mencolok fungsi aki pada sepeda motor dan mobil. Coba anda periksa, ketika aki pada sepeda motor anda sudah dalam kondisi rusak, apakah sepeda motor anda masih bisa menyala dan dipergunakan? Tentu masih bisa, jika bahan bakarnya tidak habis. :)

Sekarang, bandingkan dengan mobil anda. Ketika aki kendaraan anda sudah melemah, apakah masih bisa anda gunakan untuk mengarungi perjalanan di muka bumi ini? :D Tentunya tidak bisa. Bahkan sekedar dihidupkan saja tidak bisa.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin berikut ini bisa menjelaskan hal tersebut di atas.

Pertama. Karena untuk menghidupkan sepeda motor bisa dengan di-engkel dengan kaki kita. Berbeda dengan mobil yang -tentunya- memiliki mesin yang lebih besar kapasitasnya, akan membutuhkan tenaga yang luar biasa besar untuk memutar mesin tersebut. Kita tentu juga ingat mobil lawas yang bisa dihidupkan dengan memutar dengan tangan. Dan itu hampir sama dengan "mobil perontok padi sederhana" yang sering beroperasi di daerah penghasil padi.

sumber : solopos.com

Sehingga, sebuah mobil membutuhkan aki untuk mempermudah kita menjalankannya. Jika aki kita drop, harus segera di setrum / charge di Fatih Battery si Dokter Aki. :D Anda bisa membuat sendiri alatnya atau anda bisa membeli alatnya dengan harga terjangkau di sini.


Kedua. Aki pada dasarnya adalah sebuah kapasitor raksasa. Dia adalah penyelaras arus yang mengalir. Penyelaras ini digunakan agar tidak terjadi tegangan berlebih dari dinamo amper sebagai penghasil catu daya kendaraan. Tegangan berlebih berbahaya bagi komponen elektronika kendaraan kita. Kalau aki kita terlanjur sudah mati, maka dapat beli di sini.

Nah, sementara segini dulu. Semoga kali lain bisa kita sambung. Semoga bermanfaat.

Free xml sitemap generator